Pemkab Tegal Upayakan Pemulangan Empat Penjual Martabak dari Wamena

  Senin, 07 Oktober 2019   Dwi Ariadi
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Nurhayati. (Dwi Ariadi/Ayotegal.com)

SLAWI, AYOTEGAL.COM -- Empat warga Kabupaten Tegal yang merantau berjualan martabak masih tertahan di Wamena, Jayawijaya, Papua.

Pemkab Tegal kini sedang mengupayakan pemulangan mereka yang masih  di pengungsian Jayapura menyusul terjadinya kerusuhan di Wamena selama beberapa pekan terakhir ini.

Menurut keterangan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Tegal, Nurhayati, keempat warga itu adalah Cahyono warga Desa Pakulaut Kecamatan Margasari, Prasojo warga Desa Slawi Wetan Kecamatan Slawi, Miyono Desa Prupuk Selatan Kecamatan Margasari, dan Nawang Wulan warga Desa Slawi Kulon Kecamatan Slawi.

"Kami sudah koordinasi dengan Tim Pemprov Jateng yang sedang melakukan pendataan warga Jateng di Wamena untuk pemulangan empat warga Tegal yang masih di sana," kata Nurhayati.

Dikatakan, empat warga tersebut nantinya akan terbang dari Jayapura ke Jakarta.

 ''Secara teknis pemulangan sudah kami bicarakan," jelasnya.

Sementara itu, sudah ada dua warga Tegal yang sudah pulang ke kampung halamannya dengan biaya mandiri yang tiba, pada Sabtu (5/10/2019) malam.

Keduanya Sholihin (46) dan Tresno (39) keduanya warga Desa Yamansari RT 5 RW 1, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Kabiro Kesra Pemprov Jateng, Imam Maskur ketika dihubungi Ayotegal mengatakan, total warga Jateng yang masih berada di Wamena hingga saat ini berjumlah 65 orang.

"Ini masih data sementara. Sejauh ini, ada 12 orang yang biaya kepulangannya dibiayai Pemda. 20 orang balik mandiri dan 5 orang memilih tetap tinggal di sana,'' kata Imam yang juga mantan Camat Kedungbanteng ini.

'''Empat warga dari Tegal itu mengungsi satu orang di Lantamal dan tiga orang di Posko pengungsian Masjid Alaqso," jelasnya.(Dwi Ariadi)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->