Aplikasi Ronda Online Karya Mahasiwa PHB Sabet Juara Nasional

  Senin, 07 Oktober 2019   Lilisnawati
Mahasiswa D IV TI PHB saat meraih juara 1 ajang cipta karya di Universitas Negeri Jember (UNEJ). (Istimewa)

MARGADANA, AYOTEGAL.COM -- Produk perangkat lunak yang dibuat oleh mahasiswa D IV Teknik Informatika Politeknik Harapan Bersama (PHB) berupa aplikasi Ronda Online berhasil meraih juara nasional pada ajang cipta karya di Universitas Negeri Jember (UNEJ).

Ronda Online (RoLine) merupakan platform aplikasi android yang digunakan untuk manajemen ronda dan terintegrasi mulai dari warga, RT, RW, Kelurahan, Kecamatan hingga tingkat Kota/Kabupaten.

"Aplikasi ini terdiri dari berbagai macam fitur, seperti penjadwalan ronda, pengingat ronda, denda, rekapitulasi denda, hingga penilaian warga, RT, RW ataupun Kelurahan yang teraktif menjalankan ronda," jelas Azka Wildan, salah satu perwakilan tim Tawakal.

Menurutnya, yang menarik dari aplikasi ini adalah aplikasi telah memanfaatkan IoT (Internet of Things) yakni alarm disetiap akun ketika terdapat bencana atau aksi kriminal dan pemanfaatan QR Code untuk absensi Ronda.

Melalui aplikasi RoLine tim Tawakal mampu meraih juara 1 pada ajang cipta karya di UNEJ, Sabtu (5/10/2019). Mereka berhasil mengalahkan pesaing dari Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Banyuwangi, Politeknik Negeri Surabaya, dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Sementara itu, Ketua Prodi D IV TI Ginanjar Wiro Sasmito selaku pembimbing bersyukur atas keberhasilan mahasiswanya yang dapat meraih juara 1.

"Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi PHB dan ini untuk kesekian kalinya mahasiswanya mampu menorehkan prestasi di kompetisi tingkat nasional," ujarnya.

Ia menargetkan aplikasi tersebut akan dilanjutkan sampai pada tahapan yang lebih sempurna yakni dengan menerapkan video atau image recognition.

"Di mana nantinya kamera CCTV dapat mengenali wajah seseorang dan juga pengembangan penerapan Artificial Intelligence lainnya," katanya.

Dirinya pun berharap pencapaian ini dapat menggugah semangat dan kreativitas mahasiswa untuk lebih berminat dalam mengikuti kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

"Ini dapat menjadi tolak ukur keberhasilan daya serap mahasiswa terhadap kurikulum maupun materi kuliah yang diberikan oleh dosen, selain itu juga dapat mengangkat derajat maupun daya tawar mahasiswa, dosen, prodi dan kampus di kancah nasional," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->