Polres Tegal dan BPS Kerja Sama Olah Data dan Informasi

  Selasa, 08 Oktober 2019   Dwi Ariadi
Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto menandatangani kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Senin, (7/10/2019).

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Dalam pengolahan data dan informasi,  Polres Tegal menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Senin, (7/10/2019).

Kerja sama itu diwujudkan dalam penandatanganan MoU antara Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto dan Kepala BPS Kabupaten Tegal, Jamaludin.

“Salah satu item yang harus di upgrade adalah kepuasan pelayanan masyarakat. Ke depan kita bisa mengetahui setiap hari kepuasan pelayanan yang diberikan Polres Tegal semakin baik,” ucap Kapolres Tegal.

Selain itu, lanjut Kapolres, Bhabinkamtibmas pun dalam menyampaikan data kepada warga terverifikasi sumbernya.

AYO BACA : Persekat Tahan Imbang Persebi Boyolali

Menurut Kapolres, Polres Tegal dan BPS berkomitmen dalam menyajikan data mulai dari data jumlah penduduk, pendataan terkait pengelolaan dana desa dan bantuan kepada masyarakat miskin.

\"Namun hal ini ada beberapa kriteria yang disajikan sesuai kebutuhan dan berdasar pada Undang-Undang nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Di Kabupaten Tegal sendiri terdiri dari 281 desa dan 6 kelurahan,\" ujarnya.

Nota Kesepahaman telah ditandatangi, lanjut dia, merupakan selangkah lebih maju dalam membangun sinergitas Polres Tegal bersama stakeholder terkait. Sementara, Jamaludin, M.M menyambut baik dalam kegiatan itu.

Dia mengapresiasi langkah–langkah yang dilakukan Polres Tegal dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

AYO BACA : Hutan Clirit Tegal Terbakar, Dua Pencari Landak Diamankan

“Aspek data yang kita butuhkan sangat kompleks, kita mengucapkan terima kasih kepada Pak Kapolres yang telah menjalin kerja sama ini. Data dari Kepolisian akan kita olah yang nantinya bisa dipadukan dangan kebutuhan dari BPS,\" jelasnya.

Dikatakan, menurut jenisnya data terbagi menjadi dua meliputi data dasar dan data sektoral. Dari kebutuhan data situasi Kamtibmas memang masih kurang, sehingga BPS akan meminta data kamtibmas di Polres Tegal untuk diintegrasikan dengan perencanaan, monitoring dan pengawasan di Kabupaten Tegal.

Fenomena masyarakat yang berkembang saat ini adalah terkait masih kurangnya tingkat kesadaran dalam pencabutan penilaian tingkat kemiskinan.

Dalam penyajian data kemiskinan harus ada pernyataan atau keterangan dari warga mencabut kemiskinan. Hal itu akan mempermudah pihak BPS dalam verifikasi sehingga tepat sasaran dalam memberikan bantuan kepada warga miskin.

Mendasari nota kesepahaman pada tahun 2020 BPS akan mengadakan sensus jumlah penduduk.

Pelaksanaan pada awal bulan serta pendataannya berbasis digital dan konvensional, bisa dilakukan melalui smartphone setiap warga atau wawancara langsung kepada perorangan bila belum verifikasi melalui smarthphone.

AYO BACA : PDAM Tirta Mulia Kabupaten Pemalang Gandeng Bank Jateng

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar

-->