<

Guci Tea Festival 2019, Populerkan Minum Teh Setenar Tradisi Ngopi

  Senin, 14 Oktober 2019   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi azizah memberikan sambutan dalam Guci Tea Carnival 2019 di Hotel Sankita, Sabtu (12/10/2019) malam.

BUMIJAWA, AYOTEGAL.COM- Menduniakan teh  agar menjadi tradisi yang tidak kalah populer dengan minum kopi atau dikenal dengan 'ngopi' menjadi tema menarik dalam Guci Tea Carnival 2019 di Hotel Sankita, Sabtu (12/10/2019) malam.

Dalam acara yang dihadiri perwakilan dari pabrik teh di Slawi dan Tegal ini bertujuan menggali potensi teh menjadi ikonik dan tradisi wisata Kabupaten Tegal.

Seperti yang disampaikan anggota Komisi X DPR-RI, Abdul Fikri Faqih teh adalah kebanggaan masyarakat Kabupaten Tegal. Politisi asli Tegal itu berharap dari sentra teh dapat dijadikan acara yang memikat daya tarik wisatawan untuk dapat datang ke Kabupaten Tegal.

Sepengetahuan dia, teh itu sudah mendunia. Pasalmya, minum teh di luar negeri juga ada namun belum begitu banyak yang berasal dari Indonesia, terutama Tegal.

AYO BACA : Jumadi Apresiasi Gerakan Salat Subuh Berjamaah PD Muhammadiyah

\"Mie instan sudah ada seperti di sejumlah negara yang saya kunjungi. Nah, saya berharap jika orang-orang minum teh itu ingat Tegal. Seperti ora ngapak ora kepenak, ora ngeteh ya ora urip. Minum kopi saja ada slogannya ngopi ngapa...,” canda Fikri.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan  Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi.

Menurut dia, kegiatan Guci Tea Carnival dapat dilakukan setiap tahun dan menjadi kalender pariwisata di Kabupaten Tegal. 

“Tegal jangan mau kalah dengan daerah lain yang punya kalender pariwisata atau event tahunan. Jika Banjarnegara ada event Dieng Culture Festival, Tegal juga punya contohnya Guci Tea Carnival,” harapnya.

AYO BACA : Panpel Persekat Persoalkan Festival Kuliner di GOR Trisanja

Ia pun mengajak untuk mempopulerkan teh ke semua kalangan, terutama anak muda milenial. \"Sehingga di tahun berikutnya peserta Guci Tea Carnival tidak hanya dari daerah Kabupaten Tegal,\" tandasnya.

Di tengah acara telah disajikan teh khas Desa Begawat Kecamatan Bumijawa atau yang dikenal dengan teh incip. Para tamu undangan pun dapat menyaksikan proses pembuatan teh icip itu dengan tungku serta tembikar sebagai alat penggorengan disertai dengan kayu sebagai bahan bakar. Dengan proses pembuatan secara tradisional membuat teh incip beraromakan sangit.

Meskipun begitu, rasa teh incip tak kalah dengan teh yang lain. Bupati Tegal Umi Azizah telah mengupayakan perluasan lahan untuk teh yang terdapat di Desa Begawat. 

“Teh incip ini memang sudah masuk dalam catatan kami. Barangkali bisa dilakukan perluasan lahan dan dikomunikasikan ke Pemdes setempat. Harapannya bisa menjadi destinasi petik teh dan menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Tegal,” ujar Umi.

Menurut Umi, jika sektor pariwisata dapat dikemas dengan baik dan dijalankan bersama-sama melalui sinergitas elemen masyarakat dapat berimbas pada sektor-sektor yang lainnya.

Berbicara tentang teh, Umi menegaskan,  teh bukan sekadar minuman pelepas dahaga, melainkan bisa menjadi bagian dari kebiasaan yang melekat.

“Bagi orang Tegal, aroma teh wasgitel tak pernah lekang oleh zaman. Saat teh hangat dituang dari gerabah poci ke dalam cangkir keramik yang berisi gula batu. Di situ biasanya obrolan hangat tanpa sekat pun dimulai. Lebih dari kebiasaan, minum teh dari poci atau moci adalah sebuah tradisi, lifestyle warga Tegalan yang sudah bertahan sejak lama.\"

AYO BACA : Keren, Wisata Gumuk Desa Pakulaut Bermandikan Cahaya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar