Tanggapi Dugaan Pencemaran Limbah, Dewan Minta Pemda Tegas

  Jumat, 08 November 2019   Lilisnawati
Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal Edy Suripno. (Lilisnawati Ayotegal.com)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Adanya dugaan pencemaran limbah pabrik gula PT Garuda Mas di Kelurahan Slerok, Kota Tegal ditanggapi Komisi III DPRD Kota Tegal.

Pasalnya, masyarakat RT 11 RW 2 Kelurahan Slerok, Kota Tegal mengeluhkan adanya dugaan pencemaran limbah seperti air yang menguning dan berbau.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal Edy Suripno mengatakan persoalan tersebut baru didengar ketika beberapa hari yang lalu pihaknya menerima kunjungan dari warga setempat.

\"Kemarin kita menerima aduan dari masyarakat RT 11 RW 2 Slerok. Mereka datang bersama tokoh masyarakat melakukan protes berdirinya pabrik gula PT Garuda Mas,\" ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/11/2019).

Menurutnya, persoalan tersebut sudah dirapatkan dengan dinas-dinas terkait.

AYO BACA : 299 Rumah Tidak Layak Huni Siap Direhab

Ia membeberkan salah satu keputusan dari rapat tersebut yaitu berdasarkan hasil laboratorium air limbah pabrik tersebut tidak diolah dengan baik sehingga mencemari lingkungan.

Kemudian sanski administratif juga telah dikeluarkan oleh dinas untuk menutup sementara proses produksi. Namun, pada kenyatanyaan pabrik masih tetap beroperasi.

\"Kita sudah mengundang pihak-pihak terkait untuk mengetahui persoalan-persoalan tersebut. Perijinan sudah clear, hanya saja kurang lengkap. Karena, pihak perusahaan belum menyertai dokumen UKL UPL,\" jelasnya.

Menanggapi itu, Komisi III DPRD Kota Tegal meminta supaya Pemerintah Kota Tegal harus tegas dan segera menindaklanjuti itu. Mengingat keputusan wali kota sudah ditetapkan.

Bahkan, berdasarkan hasil uji laboratorium limbah tersebut telah mencemari lingkungan yang menjadikan air di sekitar pabrik kuning dan bau.

AYO BACA : Raih Keberkahan Berlipat di Hari Bahagia Nasional 11.11

Maka, untuk perusahaan, pihaknya meminta agar kooperatif dengan pemerintah daerah dan menaati apa yang sudah menjadi keputusan kepala daerah sampai dengan dokumen UKL UPL rampung.

Sementara itu, saat ditemui di rumahnya, salah satu warga yang terdampak limbah pabrik gula Mikhrob (64) mengaku air di rumahnya masih berwarna kuning dan bau.

Selain air, udara di sekitar pembuangan limbah pabrik juga mengeluarkan bau tidak sedap.

\"Alhamdulillah kemarin warga mengadu ke dewan, sedikit lega. Semoga bisa cepat diatasi,\" ucapnya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal Resti Drijo mengatakan, berdasarkan regulasi, pihaknya sudah memberikan sanksi administratif kepada pabrik agar menutup produksi sampai dengan IPAL sempurna.

\"Kami minta IPAL selesai tiga bulan atau akhir Desember. Kami juga sudah meminta pihak perusahaan patuh terhadap dokumen UKL-UPL,\" ucapnya, saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Jumat (8/11/2019).

Namun, terkait masih beroperasinya pabrik tersebut, pihaknya masih menunggu disposisi dari Wali Kota Tegal untuk proses lebih lanjut. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Garuda Mas belum bisa dikonfirmasi. 

AYO BACA : Pawai Rolasan Panggung, Dedy Yon Dijemput Kereta Kencana

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar