<

Di Tengah Pandemi, Sarung Goyor Khas Tegal Tetap Eksis di Pasar Ekspor

  Kamis, 07 Mei 2020   Lilisnawati
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau proses pembuatan sarung goyor di Kota Tegal, Kamis (7/5/2020).(istimewa)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Merebaknya virus korona atau Covid-19, memberikan imbas yang luar biasa tehadap pelaku usaha di beberapa sektor.

Namun tidak untuk pelaku usaha di sektor industri kerajinan sarung. Satu di antaranya industri kecil menengah (IKM) Fahaltex yang beralamat di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.

IKM tersebut terkenal dengan produk sarung goyor khas Tegal, yaitu sarung yang ditenun dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Bahkan, di masa pandemi seperti saat ini, sarung goyor masih eksis di pasar ekspor. Di antaranya masih melayani pengiriman ke negara Timur Tengah, seperti Dubai, Somalia dan Kenya.

AYO BACA : PSBB Kota Tegal Tahap 2 Segera Diusulkan

Owner IKM Fahaltex Sarung Goyor, Fahmi Lukman Alkatiri mengatakan, adanya pandemi Covid-19 hanya memengaruhi pasar dalam negeri.

\"Pasar ekspor kita masih buka. Hanya untuk negara Arab Saudi yang tidak, karena di sana memang sudah ditutup,\" katanya saat menerima kunjungan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kamis (7/5/2020).

Famhi mengatakan, permintaan pasar ekspor lebih tinggi dibandingan pasar dalam negeri. Terlebih pada saat menjelang Ramadan.

\"Karena pesanan meningkat, kami sampai kesulitan mencari karyawan. Akhirnya, kami melakukan pelatihan dan memberdayakan saudara-saudara yang ada di Lembaga Pemasyarakatan,\" ujarnya.

AYO BACA : ACT Tegal Bangun Sumur Wakaf di Desa Kalisoka

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang melakukan kunjungan ke produksi sarung goyor mengaku senang. Sebab, di tengah pandemi Covid-19, masih ada IKM yang tetap berjalan.

\"Saya senang, di tengah kondisi ini masih ada industri kecil yang tetap berjalan bahkan ekspor. Ini bagus sekali, masih beroperasi dan merekrut karyawan,\" katanya.

Dalam kesempatan itu, ia meminta kepala daerah lain untuk mencari dan mendorong industri besar, kecil dan menengah yang masih bisa berproduksi, khususnya mereka yang ekspor.

\"Kalau di tempat lain ada yang seperti ini, tolong dibantu habis-habisan. Didorong habis-habisan agar ekonomi tumbuh. Apalagi ini ekspor, bisa meningkatkan devisa kita,\" imbuhnya.

Dengan begitu, industri tersebut dapat ikut serta menumbuhkan ekonomi Jawa Tengah yang saat ini menurun di angka 2,6%.

AYO BACA : Jadwal Salat dan Buka Puasa Rabu 6 Mei 2020 di Kota Tegal

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar