Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Sekaligus Pencabulan Anak di Tegal

  Jumat, 08 Mei 2020   Lilisnawati
Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah saat melakukan konferensi pers penculikan anak, Jumat (6/5/2020). (Ayotegal.com/Lilisnawati)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM- Satreskrim Polres Tegal Kota berhasil meringkus pelaku penculikan anak di bawah umur yang beberapa hari terakhir meresahkan warga Kota Tegal.

Dia adalah Yossy Ardian (43) warga Desa Purwahamba, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah mengatakan, pelaku ditangkap di sebuah warung di Objek Wisata Purwahamba Indah (Pur'in), Selasa (5/5/2020).

Pada saat itu, pelaku membawa korban berinisial ANB (9) warga Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal.

AYO BACA : Bayi 2 Tahun Pasien Covid-19 Pulang ke Rumah, Ini Pesan Bupati Tegal

Menurut Kapolres, selain melakukan penculikan, pelaku juga mencabuli korban.

\"Jadi ini kasus penculikan anak di bawah umur dengan disertai pencabulan,\" ungkap Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Tegal Kota, Jumat (8/5/2020).

Kapolres mengatakan, pelaku mengiming-imingi korban dengan rayuan akan membelikan kue ulang tahun.

\"Setelah mau, korban diboncengkan dengan sepeda ke arah rumah kosong di Desa Purwahamba,\" katanya.

AYO BACA : Yuk, Menikmati Ikan Bakar Langsung dari Balai Benih Perikanan, Cocok untuk Menu Buka Puasa

Di situlah pelaku mengambil perhiasan milik korban dan mengancam korban dengan pisau mainan. Pelaku juga mencabuli korban.

Berdasarkan pengakuan pelaku, aksi bejatnya sudah dilakukan kepada tujuh anak perempuan di bawah umur.

Dua di antaranya sudah melapor ke Polres Tegal Kota, yaitu FR (10) warga Kelurahan Tegalsari dan ANB (9) warga Kelurahan Randugunting. 

\"Pelaku mengaku sengaja mencari anak perempuan untuk jadi pelampiasan hasratnya karena sudah bercerai dengan istrinya pada Maret 2020,\" ucapnya.

Meski demikian, pihaknya akan menyelidiki lebih dalam alasan pelaku. 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 82 Ayat (1) junto Pasal 76 E Undang-undang No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang No 23 Tahun 2020 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.

\"Dan denda paling banyak Rp 5 miliar. Kami berharap pelaku dapat hukuman yang terberat, karena kalau dilepas akan merusak mental anak-anak kita,\" pungkasnya. 

AYO BACA : Sejumlah Wartawan di Kota Tegal Ikuti Rapid Test Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar