<

45.819 Debitur di Eks Karesidenan Pekalongan dapat Keringanan Kredit

  Sabtu, 09 Mei 2020   Lilisnawati
Video conference bersama Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto, Rabu (6/5/2020). (Ayotegal.com/Lilinawati)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM -- Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal mengungkapkan, ada 45.819 debitur di wilayah eks Karesidenan Pekalongan telah memperoleh restrukturisasi atau keringanan kredit dari Industri Jasa Keuangan (IJK).

Jumlah tersebut tersebar di bank umum, BPR dan BPRS, Industri Keuangan Non Bank (IKNB), PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Kepala OJK Tegal, Ludy Arlianto mengatakan, jumlah tersebut berdasarkan laporan dari perbankan per 30 April 2020.

Menurutnya, jumlah debitur yang mendapat keringanan naik 30% dibandingkan data per 15 April 2020.

"Jumlahnya terus naik. Per 30 April 2020 sudah ada 45.819 debitur yang sudah dapat keringanan dengan nilai kredit Rp 2.32 triliun," ujarnya saat melakukan video conference bersama awak media, Rabu (6/5/2020).

Rinciannya yaitu, jumlah debitur dari bank umum ada 22.782, dari BPR dan BPRS ada 1.083 debitur, dari 12 perusahaan non pembiayaan IKNB ada 3.482 debitur, dari PT Pegadaian ada 104 debitur dan 18.368 debitur dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Ludy mengatakan, masih banyak debitur yang belum sepenuhnya tahu tentang program restrukturisasi kredit.

Ia berharap, masyarakat bisa aktif mengajukan permohonan keringanan kepada industri keuangan terkait. Begitu juga sebaliknya, industri keuangan juga harus pro aktif memetakan debitur yang layak dapat keringanan.

"Saya juga berharap masyarakat bisa memanfaatkan program tersebut di saat pandemi ini. Jadi apabila masyarakat tidak bisa membayar, kreditnya tidak macet," katanya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar