Stabilkan Harga, Bulog Datangkan 200 Ton Gula dari Blora

  Kamis, 14 Mei 2020   Lilisnawati
Kepala Perum Bulog Sub Divre Pekalongan, Arie Apriansyah saat meninjau gudang Bulog di Tegal. (Ayotegal.com/Lilisnawati)

TEGAL BARAT, AYOTEGAL.COM -- Harga kebutuhan gula pasir saat ini masih tergolong tinggi. Di awal Ramadan, harga gula pasir di Pasar Pagi Kota Tegal mencapai Rp 16.500 perkilogramnya.

Perum Bulog Sub Divre Pekalongan mengungkapkan telah mendatangkan gula pasir dari Kabupaten Blora untuk menyetabilkan harga.

"Kemarin kita datangkan 200 ton gula pasir dari Blora. Kurang lebih satu minggu yang lalu," ungkap Kepala Perum Bulog Sub Divre Pekalongan, Arie Apriansyah, Selasa (12/5/2020).

Arie mengatakan, gula pasir tersebut sudah didistribusikan kepada Rumah Pangan Kita (RPK) yang ada di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

"Sudah kita didistribusikan ke RPK-RPK yang ada di wilayah eks Karesidenan Pekalongan. Ada juga beberapa yang dijual melalui operasi pasar dengan bekerjasama dengan pemerintah kota dan kabupaten," ujarnya.

Menurutnya, gula pasir di gudang Bulog Pekalongan saat ini masih tersisa sekira 100 ton.

"Saat ini stok gula masih sekira 100 ton. Akan kita distribusikan sampai habis," katanya.

Terkait stok gula yang mulai menipis, Arie berharap Bulog diperintah dan ditugaskan oleh pemerintah untuk menyerap hasil gilingan petani.

Dengan begitu, saat terjadi lonjakan harga gula, Bulog bisa melakukan operasi pasar untuk menyetabilkan harga.

"Seperti harga beras, sepanjang 2019 tidak ada gejolak harga. Karena Bulog ditugasi untuk menyetok beras. Kita ingin gula juga diperlakukan seperti itu. Begitu harga naik kita operasi pasar," ucapnya.

Meski demikian, ia memprediksi setelah Lebaran harga gula pasir akan turun. Hal itu dikarenakan banyak pabrik nasional maupun swasta yang mulai menggiling pada akhir Mei 2020. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar