Objek Wisata Guci Dibuka, Ini Ketentuannya Fase Awal AKB

  Minggu, 05 Juli 2020   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah mengunjungi objek wisata Guci saat simulasi protokol kesehatan, Sabtu (4/6/2020).(dok.Humas Pemkab Tegal)

BOJONG, AYOTEGAL.COM- Objek wisata alam Guci, Kabupaten Tegal mulai dibuka Minggu (5/7/2020). Pembukaan ini merupakan fase awal adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang diberlakukan hingga hingga Sabtu (18/7/2020) mendatang.

Selain hanya bisa diakses warga Kabupaten Tegal, pembukaan kawasan wisata ini akan disertai penerapan protokol kesehatan yang ketat agar pariwisata tidak menjadi sumber penularan baru.

Pembukaan fase awal ini dilakukan simulasi protokol kesehatan yang dipantau Bupati Tegal Umi Azizah, Sabtu (4/7/2020). Simulasi dilakukan oleh Unit Pelaksana teknis daerah (UPTD) Guci dan pengelola wahana wisata maupun jasa akomodasi dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Menurut Umi mengatakan, pembukaan wisata ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap satu yang akan diberlakukan selama dua minggu ke depan hanya diperuntukkan bagi wisatawan dari Kabupaten Tegal, ditunjukkan dengan bukti identitas diri. 

Sementara jumlah pengunjung ke Guci dibatasi maksimal 25 persen dari jumlah pengunjung biasanya, yaitu 350 orang per hari. 

Umi yang didampingi Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal Suharinto, menambahkan, untuk wahana pemandian baik air dingin maupun air panas, belum bisa dibuka untuk saat ini. 

Bagi pengunjung yang datang ke Guci harus mengenakan masker, suhu tubuh saat dilakukan pemeriksaan di pintu masuk tidak melebihi 38 derajat celcius. 

Wisatawan juga harus menerapkan physical distancing selama berada di objek wisata alam ini. 

AYO BACA : Dedy Yon Hukum Pesepeda Tak Pakai Masker, Lafalkan Pancasila

Pembukaan tahap satu ini boleh dikatakan prakondisi. Tujuannya, lanjut Umi, adalah untuk melihat sejauh mana kedisiplinan pengelola wisata, pengunjung, pemilik usaha hingga warga setempat dalam menerapkan protokol kesehatan. 

Nantinya, akan ada tim khusus dari Gugus Tugas Covid-19 untuk menilai pelaksanaannya dan masyarakat pun juga bisa ikut terlibat. 

“Jika nanti ditemukan adanya pelanggaran protokol kesehatan yang berpotensi menimbulkan transmisi baru Covid-19, maka bisa segera kita berikan peringatan dan dievaluasi kembali komitmen para pihak yang terlibat di dalamnya,''ujarnya.

Bahkan, tegas Umi, jika cara persuasif ini tidak efektif, sehingga pelanggaran protokol kesehatan tetap saja terjadi, maka tidak tertutup kemungkinan Guci kita tutup kembali,” kata Umi.

Penutupan kawasan wisata Guci di masa pandemi ini, baik secara keseluruhan maupun sebagian juga bisa dilakukan mana kala muncul klaster baru Covid-19. 

Kendati demikian, agar hal tersebut tidak terjadi, Umi minta pembersihan tempat wisata secara berkala rutin dilakukan, termasuk disinfeksi area publik yang digunakan bersama dan pengawasan ekstra di lokasi favorit pengunjung dan lokasi foto.

Sementara itu, dari hasil pengamatannya selama proses simulasi berlangsung, Umi merasa pihak pengelola objek wisata Guci belum sepenuhnya siap dengan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan protokol kesehatan. 

Pada saat itu juga, Umi pun minta Suharinto beserta staf pengelola objek wisata guci lainnya agar segera mencukupi kekurangan tersebut.

AYO BACA : Begal Payudara Incar Pesepeda, Ini Imbauan Kapolres Tegal Kota

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi Setiadji mengatakan, ia bersama timnya dari Puskesmas setempat akan memantau proses pembukaan tahap satu ini. 

\"Kami bersama sejumlah pihak mendapat amanat dari ibu bupati untuk menilai penerapan protokol kesehatan di sini selama dua minggu ke depan. Untuk itu, akan kami tempatkan Satgas khusus untuk bekerja memantau disamping menjalin koordinasi dan komunikasi dengan gugus tugas Covid-19 desa setempat,” katanya. 

Hendadi menegaskan, pembukaan di fase awal ini, selain hanya membatasi warga Kabupaten Tegal saja yang boleh masuk, pihaknya melarang balita, lansia di atas usia 55 tahun dan orang yang memiliki penyakit komorbid untuk masuk ke Guci. 

Hal tersebut menurutnya sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 382 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum.

Proses skrining dan penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung Guci akan diberlakukan sejak pintu masuk. Selain pengecekan suhu tubuh, kendaraan yang digunakan akan disemprot desinfektan.

 Hal ini disampaikan Kepala UPTD Objek Wisata Guci Ahmad Hasib saat memberikan penjelasannya di hadapan Bupati Tegal. 

Hasib mengatakan, identifikasi pengunjung menjadi hal prinsip yang dipersyaratkan sebagai antisipasi petugas saat melakukan pelacakan dan penelusuran kontak manakala terjadi transmisi lokal Covid-19 di tempat wisata. 

Untuk keperluan tersebut, setiap pengunjung diarahkan untuk mengisi formulir data diri. “Bagi pengunjung yang memiliki perangkat telepon pintar bisa memindai kode QR lewat aplikasi scan QR yang bisa diunduh di playstore maupun appstore. Sedangkan yang tidak memilikinya, pengunjung harus menyerahkan KTP kepada petugas untuk didata,” ujarnya. 

Selanjutnya, Hasib menambahkan, apabila pengunjung yang datang dalam bentuk rombongan melebihi lima orang, maka cukup ketua rombongannya saja yang mengisi data diri melalui kode QR. 
\nSementara yang lain bisa mengisikan datanya secara manual. Adapun untuk pembayaran karcis masuk, tetap dilakukan secara manual. 

Berkenaan dengan kuota pembatasan pengunjung, Hasib menjelaskan, akan ada pergantian waktu kunjung. ''Sebagai contoh, apabila dalam kurun waktu tertentu, kuota 350 orang sudah terpenuhi, maka pintu masuk Guci akan ditutup sementara sampai ada pengunjung yang pulang untuk kemudian dibuka kembali sampai terpenuhinya kuota 350 wisatawan di dalam kawasan dan begitu seterusnya.''

AYO BACA : Pasien Covid-19 di Indonesia Bertambah Jadi 63.749 Orang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar