<

Bupati Tegal Mendadak Hentikan Simulasi Hajatan di Dukuhwaru, Ada Apa?

  Jumat, 31 Juli 2020   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah menghadiri simulasi protokol kesehatan Covid-19 di lapangan Kecamatan Dukuhwaru.(dok.Humas Pemkab Tegal)

DUKUHWARU, AYOTEGAL.COM – Simulasi protokol kesehatan Covid-19 di masa adaptasi kehidupan baru (AKB) yang berlangsung di lapangan Kecamatan Dukuhwaru sempat memantik kemarahan Bupati Tegal Umi Azizah. 

Bahkan, Umi yang juga Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 ini sempat menghentikan prosesi jalannya acara pada Rabu (29/7/2020) malam itu. 

Umi melihat di depan panggung hiburan tampak warga berdesak-desakan hingga tak berjarak. Bahkan, sebagian besar tidak mengenakan masker, termasuk anak-anak.

Pihak penyelenggara yang terdiri dari Paguyuban Sound Sistem Tegal (Passta) dan Persatuan Artis Seniman Tegal Integrasi Brebes Tegal Slawi (PASTI Bregas) pun segera menerjunkan personelnya untuk melakukan penertiban pada warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan. 

Penonton yang tidak mengenakan masker langsung disuruh pulang, sedangkan yang masih berminat menonton diarahkan menjaga jarak. Setelah semuanya dinilai kondusif, acara pun kembali dilanjutkan.

Dalam kesempatan itu, Umi menegaskan, pihaknya ikut bertanggung jawab dari sisi keamanan sebuah acara dari ancaman penularan Covid-19. 

''Dalam situasi seperti ini, protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat dan disiplin. Kita tidak bisa main-main, apalagi sampai berspekulasi bahwa kita sudah aman dari penularan virus. Faktanya, kasus Covid-19 kita masih terus bertambah,” katanya.

Dengan demikian, lanjut Umi, penerapan protokol kesehatan tidak hanya di lingkup acaranya saja, tapi lingkungan sekitar juga harus diperhatikan, harus diantisipasi. 

“Kiranya, peristiwa ini bisa menjadi contoh bagi siapa saja yang hendak menyelenggarakan acara hajatan di tengah pandemi. Satgas Covid-19 siap menilai prosedur keamanannya, termasuk menghentikan atau membubarkan acara yang dianggap membahayakan keselamatan warga karena tidak mematuhi aturan protokol kesehatan,” kata Umi.

Sesuai prosedur pada Surat Edaran Bupati Tegal Nomor 443.1/01.03/2510/2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kegiatan Hajatan dan Pentas Seni/Hiburan pada Tatanan Normal Baru Corona Virus Disease 2019 Covid-19 di Kabupaten Tegal, setiap penyelenggara wajib membentuk Satgas khusus untuk mengawasi dan mengarahkan penerapan protokol kesehatan. 

“Satgas inilah yang bertugas mengingatkan pengunjung, penonton atau siapa saja yang ada di acara tersebut sehingga semuanya bisa berjalan aman dan lancar,” tegas Umi.

Ia pun angkat topi atas penyelenggaraan acara yang digalang secara swadaya tersebut. Saat menyampaikan sambutannya, Umi mengapresiasi kesigapan panitia dalam mengondisikan penonton.  “Di awal tadi adalah contoh yang salah, tetapi ketika semuanya sudah bermasker dan menjaga jarak, maka ini adalah contoh yang baik, contoh yang benar,” kata Umi.

Sementara itu, Ketua Passta, Rokhim yang ditemui di tempat acara mengatakan, simulasi tersebut menjadi puncak rangkaian safari sosialisasi hajatan, pentas seni dan hiburan di masa pandemi. 

Ia mengungkapkan, pihaknya bersama PASTI Bregas sudah mensosialisasikan tata cara penyelenggaraan hajatan tersebut di sepuluh tempat. Ia juga mengamini alasan Bupati Tegal yang sempat menghentikan acara simulasi hajatan, semata-mata demi kebaikan dan keselamatan bersama dari ancaman penularan Covid-19. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar