UPS Tegal Gelar Seminar Nasional Viktimologi, Catat Tanggalnya

  Kamis, 21 November 2019   Lilisnawati
Pers Conference Seminar Nasional Viktimologi, Kamis (21/11/2019). (Ayotegal.com/ Foto: Lilisnawati)

TEGAL TIMUR, AYOTEGAL.COM- Universitas Pancasakti (UPS) Tegal akan menggelar Seminar Nasional Viktimologi dan Pertemuan Asosiasi Pengajar Viktimologi Indonesia (APVI) ke IV.

Pertemuan akan berlangsung, Jumat (22/11/2019) di Aula YYP UPS Tegal dan dilanjutkan dengan Seminar Nasional Viktimologi, Sabtu (23/11/2019).

Ketua Panitia Fajar Ari S mengatakan, seminar sengaja diselenggarakan dalam rangka menggapai universitas yang unggul di bidang literasi.

AYO BACA : Hati-hati, Makanan Berformalin Ditemukan di Tegal

\"Artinya, UPS Tegal tidak hanya mencari mahasiswa, tetapi juga mencetak mahasiswa yang mampu mengembangkan potensi diri dan berinovasi,\" katanya saat pers conference, Kamis (21/11/2019).

Menurutnya, seminar nasional akan diikuti oleh seluruh pengajar Viktimologi seluruh Indonesia baik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Dirinya berharap, melalui seminar tersebut, akan terjawab permasalahan seperti, apakah Viktimologi dapat memberikan kontribusi positif sebagai upaya perlindungan hukum terhadap korban? Bagaimana Viktimologi mengidentifikasi dan mengeksplorasi perlindungan hukum terhadap korban dalam sistem peradilan pidana di Indonesia? dan bagaimana korelasi viktimologi dalam upaya pencegahan terjadinya kejahatan?

AYO BACA : Gadget Bisa Jadi Bumerang, Ini Pesan Ardie untuk Generasi Sehat

Sementara itu, Ketua APVI, Angkasa sangat mengapresiasi adanya kerjasama dengan UPS Tegal menyelenggarakan seminar nasional.

Dirinya sepakat, adanya seminar nasional tersebut, menandakan UPS Tegal bukan hanya sibuk mencari peserta didik tetapi juga membangun akademik yang berilmu, kreatif berinovasi dan mandiri.

Nantinya, kata Angkasa, peserta seminar akan dikelompokan dan akan memaparkan makalah penelitian masing-masing.

\"Sudah ada sekira 70 makalah yang sudah masuk. Nanti akan dibagi menjadi tujuh kelompok, tiap kelompok ada 10 orang,\" tuturnya. 

AYO BACA : Prajurit Yonif 407 Mengajar Siswa SMP Soal Wawasan Kebangsaan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar