Cegah Covid-19, Desa Mulyoharjo Perbanyak Tempat Cuci Tangan dan Batasi Akses Masuk

  Jumat, 10 April 2020   Dwi Ariadi
Seorang warga memanfaatkan tempat cuci tangan di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.

PAGERBARANG, AYOTEGAL.COM-- Beragam cara masyarakat desa dalam upayanya melawan penularan virus korona (covid-19). Seperti yang dilakukan oleh warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.

Pemerintah desa setempat memperbanyak tempat cuci tangan sampai puluhan titik strategis dan membatasi akses jalan masuk.

Menurut Kepala Desa Mulyoharjo, Abdul Basir, hal ini merupakan cara mudah yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam mencegah penyebaran dan penularan Covid -19 salah satunya adalah membiasakan diri mencuci tangan sesering mungkin.

AYO BACA : Operasi Keselamatan Candi 2020, Polisi Amankan Balap Liar Remaja

\"Kita tidak akan pernah tahu kapan dan dimana orang bisa terpapar Virus Korona. Siapa sangka, kalau kita habis bersalaman dengan orang justru kita menjadi terpapar Virus Korona,\" katanya.

Dikatakan, sarana cuci tangan yang disiapkan Pemerintah Desa Mulyoharjo ini cukup sederhana, yakni hanya menggunakan sabun dan galon sebagai penampung airnya. Sarana cuci tangan ini pun sudah terpasang di sejumlah titik di lingkungan pemukiman. Seperti halaman kantor balai desa, halaman Masjid, seluruh musala, pintu masuk ke Desa Mulyoharjo serta di gang-gang masuk pemukiman.

Tempat cuci tangan tersedia di 22 titik, yakni di posko 5 buah, musala 10 buah, masjid 5 buah dan balai desa 2 buah.

AYO BACA : Alhamdulillah, Pasien Positif Covid-19 asal Kota Tegal Sembuh

\"Untuk sementara kita menggunakan cadangan dana desa. Kalau sudah cair, maka dana tersebut bisa diganti dari Anggaran Dana Desa (ADD). Seperti instruksi dari Bapak Presiden, bahwa anggaran tersebut bisa digunakan untuk penanganan Covid -19,\" ujarnya.

Tidak hanya sarana cuci tangan, pihaknya juga memaksimalkan upaya pencegahan penularan virus korona dengan menutup  akses jalan masuk desa.

Dari 28 akses jalan masuk, hanya ada 5 yang yang dibuka dan itu pun dijaga oleh warga secara bergantian. Seluruh kendaraan, baik roda dua atau pun roda empat akan diberhentikan untuk dilakukan penyemprotan disinfektan.

\"Untuk 2 pintu kita jaga selama 24 jam. Petugasnya dari masyarakat sendiri. Sedangkan untuk 3 pintu lainnya, hanya dijaga selama 12 jam. Artinya dari pagi sampai jam 12 malam, kemudian pintu ditutup,\" jelasnya. (Dwi Ariadi) 

AYO BACA : Inspiratif, Ibu dan Anak Kompak Bikin Masker dari \'Nyontek\' Video Tutorial Gubernur Jateng

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar