Pabrik Garam Industri Segera Dibangun di Brebes

  Jumat, 16 Oktober 2020   Dwi Ariadi
Memorandum of Understanding (MoU) atau penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Brebes dengan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPTJ), di Pendopo Bupati Brebes, Jumat (16/10/2020)

BREBES, AYOTEGAL.COM - Sebuah pabrik garam industri segera dibangun di Kabupaten Brebes menyusul adanya Memorandum of Understanding (MoU) atau penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Brebes dengan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPTJ), di Pendopo Bupati Brebes, Jumat (16/10/2020).

Diharapkan, dengan adanya pabrik garam industri itu bisa  mempercepat pembangunan ekonomi dan pemanfaatan sumber daya alam berupa garam yang melimpah di Brebes.

Demikian disampaikan Bupati Brebes Idza Priyanti dalam sambutan tertulis yang didibacakan Asisten 2 Sekda Brebes, Tetty Yuliana.

MoU tersebut sesuai dengan amanat Perpres Nomor 79 tahun 2019 pembangunan pabrik garam melibatkan mitra BUMD Provinsi Jawa Tengah yaitu PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).

Kerja sama dengan PT SPJT juga dapat diperluas pada pengembangan potensi daerah yang lain seperti sektor infrastruktur, ketahanan pangan, properti, pariwisata,  energi serta sektor lain yang memungkinkan untuk dikembangkan di Kabupaten Brebes.

"Brebes,  memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, baik di sektor pertanian, perikanan dan lainnya," kata Bupati

Idza menjelaskan, dengan garis pantai sepanjang 67 km, Kabupaten Brebes memiliki potensi lahan tambak garam seluas 1.176 hektare.

Saat ini, jumlah petani tambak garam sebanyak 658 orang, yang tersebar di 5 kecamatan yakni Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung dan Losari. Mereka juga telah mendirikan 5 koperasi garam di masing masing kecamatan.

Dijelaskan, jumlah produksi garam di Kabupaten Brebes pada tahun 2019 sebesar 49.574,45 ton dengan produktivitas 81,8 ton/ha. Sedangkan untuk produksi tahun 2020 sampai 9 Oktober 2020 sebanyak 1.187,416 ton.

Garam yang dihasilkan di Kabupaten Brebes memiliki kandungan NACL sebesar 95-98 persen. Untuk penyerapan hasil produksi garam telah memenuhi kebutuhan pasar sebesar 70 persen yang digunakan untuk bahan baku industri dan 3 persen untuk konsumsi dan pengeringan ikan asin.

Lebih lanjut dikatakan Idza,  saat ini terdapat 2 unit gudang garam berskala nasional yang berada di desa Bulakamba dan desa Pengaradan Tanjung.

Juga memiliki 2 unit pengolahan garam yakni di desa Karang Dempel Losari dengan kapasitas 30 ton/hari dan di desa Pesantunan, Wanasari dengan kapasitas 8 ton/hari. 

Selain itu, lanjut dia, juga sedang dibangun mini washing plant (mesin pencuci dan pemurnian garam) di Desa Pesantunan, Wanasari, yang merupakan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan kapasitas 20 ton basah/hari atau 8 ton kering/hari.

Bupati berharap dengan masuknya agenda pembangunan pabrik garam pada perpres nomor 79 tahun 2019, maka diharapkan permasalahan harga garam bisa diupayakan maksimal.

Pelaksanan Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes Yuta Sugiharti mengatakan, bahwa penandatanganan dengan PT SPJT merupakan tidak lanjut dari survei pendahuluan untuk calon lokasi  di Desa Bulakamba dan Desa Pengaradan Tanjung, pada Januari 2020 lalu.

Tahapan berikutnya pada 2 Juli 2020  dilakukan rembug daerah bersama PT. SPJT  dan Kementerian Kelautan Perikanan dengan melibatkan OPD terkait. 

"PT SPJT telah mengirimkan surat pernyataan surat kerjasama pembangunan pabrik garam Industri Kabupaten Brebes," ujar Yuta.

Dalam hal ini Bupati Brebes menyatakan minat terkait pembangunan pabrik garam industri yang berlokasi di desa Bulakamba sesuai kesepakatan bersama tersebut.

Kemudian, diperluas cakupanya antara Pemerintah Kabupaten Brebes dan PT. SPJT menjadi kerjasama pengembangan potensi daerah.

Direktur PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah Adil Fitra mengucapkan terima kasih kepada Bupati Brebes beserta jajaranya atas dukungan kesepakatan kerjasama ini. 

Kerjasama ini, kata dia, merupakan langkah awal bersinergi dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki Kabupaten Brebes, dan nantinya akan menjadi pedoman untuk mempersiapkan dan mengkaji kemungkinan-kemungkinan dalam rangka pengembangan potensi daerah dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Objek dalam pelaksanaan kerjasama ini adalah pembangunan pabrik garam, infrastruktur ketahanan pangan, properti dan pariwisata serta utilitas dan energi di Kabupaaten Brebes.

"Harapan kami, kesepakatan bersama ini dapat diikuti dengan kerjasama dimana fungsi dari masing-masing pihak dapat saling mendukung, mengoptimalkan dan bersinergi untuk perkembangan perekonomian di Jawa Tengah khususnya Kabupaten Brebes dalam optimalisasi aset-aset milik daerah,"jelas Adil Fitra.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar