UMKM Go Digital Kabupaten Tegal, 111 Website Dibagikan Gratis

  Rabu, 25 November 2020   Dwi Ariadi
Sosialisasi UMKM Go-Digital di Trasa Coworking Space (TrackingSpace) Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (25/11/2020)(dok.Humas Pemkab Tegal)

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Percepatan konversi digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah masa pandemi Covid-19 kini tengah dilakukan di wilayah Kabupaten Tegal. 
  
Sitebeat Indonesia, salah satu platform pembuat website membagikan 111 laman secara gratis kepada UMKM di Kabupaten Tegal. 

Pembagian laman untuk UMKM ini merupakan bagian 1.111 laman yang akan dibagikan ke seluruh pelaku usaha di wilayah Indonesia. 

Hal itu disampaikan General Manager Sitebeat Indonesia Tim Schibli pada acara Sosialisasi UMKM Go-Digital di Trasa Coworking Space (TrackingSpace) Slawi, Kabupaten Tegal, Rabu (25/11/2020).

Head of Business Development Sitebeat, Sunny Prima Juwita menjelaskan, pentingnya laman dalam mendongkrak bisnis, salah satunya adalah tantangan digitalisasi. 

Laman dirancang untuk membantu meningkatkan kredibilitas usaha dan memperkuat merek usaha sebuah bisnis.

Terkait program pembagian laman gratis ini, Sunny mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Perdagangan Koperasi dan UKM (DisdagkopUKM) Kabupaten Tegal. 
"Nanti yang akan mendata pelaku UMKM kami serahkan sepenuhnya ke dinas terkait. Kami cukup diinformasikan nama, alamat, email dan nomor handphone pelaku usaha UMKM. Begitu terdata sudah kami peroleh, maka akan kami lakukan pembinaan secara virtual mulai tanggal 1 Desember 2020 mendatang," jelasnya.

Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie menyambut baik program yang digagas Sitebeat Indonesia ini. Ardie mengungkapkan, laman bisa berfungsi sebagai brosur digital yang tidak saja memuat profil produk, tapi juga profil usaha atau pengusahanya.

Ardie menambahkan, di era digital marketing seperti sekarang ini, laman menjadi platform teknologi yang dapat dimanfaatkan orang untuk memperbesar bisnisnya secara digital, menjangkau segmen pasar yang lebih besar. 

"Laman bisa sebagai media informasi bagi pelanggan untuk mengenali bisnis kawan-kawan di UMKM. Selain lebih kredibel, jangkauan market dan segmentasi pasarnya bisa lebih luas. Jika dikelola dengan baik, maka bisa mengoptimalkan omzet penjualan serta lebih mendekatkan jarak dengan pelanggan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala DisdagkopUKM Kabupaten Tegal Suspriyanti berharap, dengan hadirnya fasilitas ini, UMKM di Kabupaten Tegal bisa lebih berpikiran terbuka dan mau memanfaatkan peluang untuk menjual produknya secara daring, tidak hanya konvensional. 

Meski demikian, lanjut Suspriyanti, keterbatasan laman yang dibagikan gratis ini mendorong pihaknya menerapkan konsep klaster. 

Hal tersebut ditempuh karena pelaku UMKM di Kabupaten Tegal sangat banyak, melebihi jumlah laman yang akan dibagikan.

"Sebenarnya kami ingin semua UMKM memiliki laman. Tetapi karena jumlahnya terbatas, maka akan saya bagi ke dalam klaster. Misalnya pada satu laman, bisa memuat profil produk UMKM dari beberapa pelaku usaha yang sejenis. Jadi nanti ada laman yang khusus memuat produk kuliner, lalu ada minuman sendiri, konveksi sendiri sampai dengan furniture sendiri,"tandasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar