Pemkab Tegal Tambah Ruang Isolasi Covid-19

  Sabtu, 28 November 2020   Dwi Ariadi
Bupati Tegal Umi Azizah melakukan kunjungan di RSUD Suradadi, Kamis (26/11/2020).(dok.Humas Pemkab Tegal)

Pemkab Tegal Tambah Ruang Isolasi Covid-19, Jumlah Pasien Dirawat Meningkat 

SLAWI, AYOTEGAL.COM - Pemkab Tegal menambah kapasitas ruang isolasi di rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien Covid-19. 

Hingga kini, sudah ada 267 tempat tidur untuk pasien Covid-19 tersebar di 9 rumah sakit. Tingkat keterisian sudah mencapai 90 persen lebih. 

Karena itu, 158 tempat tidur tambahan akan disiapkan dengan memanfaatkan ruang dan gedung baru di RSUD Suradadi.

Hal terungkap saat Bupati Tegal Umi Azizah melakukan kunjungan di RSUD Suradadi, Kamis (26/11/2020). 

Direktur RSUD Suradadi Ruzaeni menjelaskan, dari kapasitas 38 tempat tidur di Gedung Baruna untuk pasien korona akan ditambah menjadi 66 tempat tidur. 

“Seluruh kamar rawat inap di Gedung Baruna berlantai tiga ini sudah kami alihfungsikan sebagai ruang isolasi untuk menampung 66 orang pasien, baik itu pasien suspek dengan gejala ringan hingga sedang maupun pasien konfirmasi. Untuk pasien konfirmasi kita tempatkan di lantai dua, sementara pasien suspek di lantai satu dan tiga,” ujar Ruzaeni.

Seluruh ruang isolasi di Gedung Baruna, lanjut Ruzaeni, sudah dilengkapi dengan sarana televisi dan pendingin udara. 

Pihaknya juga tengah menyiapkan ruangan di lantai dua gedung rawat jalan untuk menampung sekitar 60 pasien Covid-19. Untuk memfungsikannya, pihaknya harus memperhatikan tingkat keterisian tempat tidur di Gedung Baruna.

Jika sudah di atas 80 persen, maka secepatnya ruangan di gedung yang bisa untuk memandang lepas pantai utara jawa tersebut bisa difungsikan.

“Dari 66 tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Gedung Baruna, tingkat keterisiannya saat ini 56 persen, terdiri dari 30 pasien suspek dan tujuh pasien konfirmasi,” ungkapnya.

Ada pula satu gedung penunjang yang saat ini sedang dalam penyelesaian pembangunan. Rencananya, setelah diserahkan ke pihaknya tanggal 15 Desember 2020 mendatang.

Gedung yang sedianya untuk ruang radiologi dan laboratorium ini akan difungsikan sementara untuk menampung pasien Covid-19 dengan kapasitas antara 60 hingga 70 tempat tidur.  

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal Hendadi menambahkan, jika pasien konfirmasi yang dirawat di RSUD Suradadi ini juga berasal dari luar Kabupaten Tegal, yaitu Kabupaten Brebes dan Kota Tegal yang kemungkinan di kedua wilayah tersebut kekurangan tempat tidur.

“Di sini, kami menyiapkan ruang isolasi untuk pasien konfirmasi tanpa gejala maupun bergejala ringan yang rencananya akan kita tempatkan di lantai dua gedung rawat jalan, termasuk di gedung penunjang jika tingkat keterisian tempat tidur di Gedung Baruna dan rawat jalan ini penuh, di atas 80 persen,” kata Hendadi.

Meski demikian, ada syarat bagi orang terkonfirmasi tanpa gejala maupun bergejala ringan untuk diisolasi di RSUD Suradadi ini, yaitu mereka yang tidak memungkinkan menjalani isolasi mandirinya di rumah. 

''Dan itu dibuktikan dengan keterangan dari Puskesmas maupun Satgas Covid-19 desa atau kelurahan,''jelas Hendadi.

Terkait penambahan tempat tidur pasien Covid-19 ini, Hendadi mengatakan, pihaknya saat ini tengah merekrut tenaga relawan dari unsur dokter, perawat, administrasi, radiografer dan laboratorium yang akan diberikan tunjangan operasional dari pendanaan Belanja Tidak Terduga APBD Kabupaten Tegal 2020.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah menegaskan, pihaknya lebih mendorong penyiapan rumah sakit sebagai pusat isolasi pasien ketimbang memfungsikan Gedung Korpri.

Alasanya, kata Umi, dukungan peralatan medis, kemudahan petugas melakukan pengawasan melalui closed circuit television atau CCTV, sistem pengklasifikasian ruangan dan penyekatan ruang yang sudah mempertimbangkan faktor keamanan dari risiko kontaminasi virus hingga instalasi jaringan seperti sanitasi dan pengolahan limbah yang sudah lebih siap.

“Dulu, Gedung Korpri memang sempat kita fungsikan sebagai tempat karantina komunal bagi pelaku perjalanan saat mudik lebaran yang rumahnya tidak memungkinkan untuk karantina mandiri,''katanya. 

''Karena tidak banyak dimanfaatkan, maka fungsinya pun kita kembalikan, termasuk juga anggaran yang sudah kita siapkan saat itu sebesar Rp 1,24 miliar dan baru terserap 25 persennya untuk horarium petugas jaga, belanja barang dan jasa kita kembalikan lagi ke kas daerah,” kata Umi menambahkan.

Umi pun merespon positif kesiapan RSUD Suradadi dalam menyiapkan ruang isolasi dan tempat tidur tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar